Senin, 04 April 2011
Pengertian Laporan Keuangan
Selasa, 15 Maret 2011
Kebijakan Bank Indonesia
KEBIJAKAN MONETER
Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, "margin requirement", kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.
Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Apabila kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memulihkan (tindakan stabilisasi). Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil.
Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.
Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
• Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang edar
• Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy)
Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain :
• Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.
• Fasilitas Diskonto (Discount Rate)
Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah duit yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum kadang-kadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.
• Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)
Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.
• Himbauan Moral (Moral Persuasion)
Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.
http://id.wikipedia.org/wiki/Kebijakan_moneter
Selengkapnya...
Fungsi dan Peranan Bank Sentral
Sebagai otoritas moneter, perbankan dan sistem pembayaran, tugas utama Bank Indonesia tidak saja menjaga stabilitas moneter, namun juga stabilitas sistem keuangan (perbankan dan sistem pembayaran). Keberhasilan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter tanpa diikuti oleh stabilitas sistem keuangan, tidak akan banyak artinya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Stabilitas moneter dan stabilitas keuangan ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Kebijakan moneter memiliki dampak yang signifikan terhadap stabilitas keuangan begitu pula sebaliknya, stabilitas keuangan merupakan pilar yang mendasari efektivitas kebijakan moneter. Sistem keuangan merupakan salah satu alur transmisi kebijakan moneter, sehingga bila terjadi ketidakstabilan sistem keuangan maka transmisi kebijakan moneter tidak dapat berjalan secara normal. Sebaliknya, ketidakstabilan moneter secara fundamental akan mempengaruhi stabilitas sistem keuangan akibat tidak efektifnya fungsi sistem keuangan. Inilah yang menjadi latar belakang mengapa stabilitas sistem keuangan juga masih merupakan tugas dan tanggung jawab Bank Indonesia.
Pertanyaannya, bagaimana peranan Bank Indonesia dalam memelihara stabilitas sistem keuangan? Sebagai bank sentral, Bank Indonesia memiliki lima peran utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Kelima peran utama yang mencakup kebijakan dan instrumen dalam menjaga stabilitas sistem keuangan itu adalah:
Pertama, Bank Indonesia memiliki tugas untuk menjaga stabilitas moneter antara lain melalui instrumen suku bunga dalam operasi pasar terbuka. Bank Indonesia dituntut untuk mampu menetapkan kebijakan moneter secara tepat dan berimbang. Hal ini mengingat gangguan stabilitas moneter memiliki dampak langsung terhadap berbagai aspek ekonomi. Kebijakan moneter melalui penerapan suku bunga yang terlalu ketat, akan cenderung bersifat mematikan kegiatan ekonomi. Begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, untuk menciptakan stabilitas moneter, Bank Indonesia telah menerapkan suatu kebijakan yang disebut inflation targeting framework.
Kedua, Bank Indonesia memiliki peran vital dalam menciptakan kinerja lembaga keuangan yang sehat, khususnya perbankan. Penciptaan kinerja lembaga perbankan seperti itu dilakukan melalui mekanisme pengawasan dan regulasi. Seperti halnya di negara-negara lain, sektor perbankan memiliki pangsa yang dominan dalam sistem keuangan. Oleh sebab itu, kegagalan di sektor ini dapat menimbulkan ketidakstabilan keuangan dan mengganggu perekonomian. Untuk mencegah terjadinya kegagalan tersebut, sistem pengawasan dan kebijakan perbankan yang efektif haruslah ditegakkan. Selain itu, disiplin pasar melalui kewenangan dalam pengawasan dan pembuat kebijakan serta penegakan hukum (law enforcement) harus dijalankan. Bukti yang ada menunjukkan bahwa negara-negara yang menerapkan disiplin pasar, memiliki stabilitas sistem keuangan yang kokoh. Sementara itu, upaya penegakan hukum (law enforcement) dimaksudkan untuk melindungi perbankan dan stakeholder serta sekaligus mendorong kepercayaan terhadap sistem keuangan. Untuk menciptakan stabilitas di sektor perbankan secara berkelanjutan, Bank Indonesia telah menyusun Arsitektur Perbankan Indonesia dan rencana implementasi Basel II.
Ketiga, Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Bila terjadi gagal bayar (failure to settle) pada salah satu peserta dalam sistem sistem pembayaran, maka akan timbul risiko potensial yang cukup serius dan mengganggu kelancaran sistem pembayaran. Kegagalan tersebut dapat menimbulkan risiko yang bersifat menular (contagion risk) sehingga menimbulkan gangguan yang bersifat sistemik. Bank Indonesia mengembangkan mekanisme dan pengaturan untuk mengurangi risiko dalam sistem pembayaran yang cenderung semakin meningkat. Antara lain dengan menerapkan sistem pembayaran yang bersifat real time atau dikenal dengan nama sistem RTGS (Real Time Gross Settlement) yang dapat lebih meningkatkan keamanan dan kecepatan sistem pembayaran. Sebagai otoritas dalam sistem pembayaran, Bank Indonesia memiliki informasi dan keahlian untuk mengidentifikasi risiko potensial dalam sistem pembayaran.
Keempat, melalui fungsinya dalam riset dan pemantauan, Bank Indonesia dapat mengakses informasi-informasi yang dinilai mengancam stabilitas keuangan. Melalui pemantauan secara macroprudential, Bank Indonesia dapat memonitor kerentanan sektor keuangan dan mendeteksi potensi kejutan (potential shock) yang berdampak pada stabilitas sistem keuangan. Melalui riset, Bank Indonesia dapat mengembangkan instrumen dan indikator macroprudential untuk mendeteksi kerentanan sektor keuangan. Hasil riset dan pemantauan tersebut, selanjutnya akan menjadi rekomendasi bagi otoritas terkait dalam mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meredam gangguan dalam sektor keuangan.
Kelima, Bank Indonesia memiliki fungsi sebagai jaring pengaman sistim keuangan melalui fungsi bank sentral sebagailender of the last resort (LoLR). Fungsi LoLR merupakan peran tradisional Bank Indonesia sebagai bank sentral dalam mengelola krisis guna menghindari terjadinya ketidakstabilan sistem keuangan. Fungsi sebagai LoLR mencakup penyediaan likuiditas pada kondisi normal maupun krisis. Fungsi ini hanya diberikan kepada bank yang menghadapi masalah likuiditas dan berpotensi memicu terjadinya krisis yang bersifat sistemik. Pada kondisi normal, fungsi LoLR dapat diterapkan pada bank yang mengalami kesulitan likuiditas temporer namun masih memiliki kemampuan untuk membayar kembali. Dalam menjalankan fungsinya sebagai LoLR, Bank Indonesia harus menghindari terjadinya moral hazard. Oleh karena itu, pertimbangan risiko sistemik dan persyaratan yang ketat harus diterapkan dalam penyediaan likuiditas tersebut.
http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Stabilitas+Sistem+Keuangan/Peran+Bank+Indonesia/Peran+BI/
Senin, 14 Maret 2011
Pengertian, klasifikasi, tugas, fungsi dan kegiatan Bank
Senin, 03 Januari 2011
Penanganan Transaksi Penjualan di MYOB
langkah-langkah dalam menangani transaksi penjualan di MYOB :
1.Install myob
2.Setelah itu create data file untuk perusahaan sesuia yang diinginkan
3.Kemudian set up :
*customise
*Account/bagan rekening
*sales
*purchase
*payroll
4.klik sales pada menu utama, kemudian pilih sales
5.pada sales-service isikan data-data
*pembeli pada kolom customer
*jenis produk yang dibeli pada kolom description
*pilih jenis transaksi pada kolom acct#
*ketikan jumlah pada kolom amount
*masukan data pada job
*isikan jenis pajak pada kolom tax
*total amount akan terisi dengan sendirinya dari harga barang+tax yang sebelumnya
telah diatur pada setiap account.
*pada salesperson isikan nama pelayan
*pada comment isikan komentar sesuai dengan keadaan
*pada kolom ship via isikan cara pengiriman barang
*pada kolom promise date isikan tanggal pengiriman barang
*klik record.
6.setelah itu pilih print invoice untuk membuat faktur penjualan.
*isikan tanggal invoice pada date invoice
*pilih nomor invoice yang ingin di buat
*kemudian klik print aligment invoice untuk melihat hasil sementar
*kemudian klik ok untuk print invoice.
7.pada transaction jurnal akan terisi secara otomatis
8.pilih customer payment.
*isikan data customer
*kemudian isikan sesuai kolom dan jumlah pembayaran
*klik record.
Selengkapnya...
Senin, 01 November 2010
M.Y.O.B Accounting mempunyai berbagai keunggulan dibandingkan dengan software sejenis, terutama dalam penggunaan yang relatif mudah dan dapat dikuasai dalam waktu singkat, pada prinsipnya adalah mengisikan data dan mengetahui tombol perintah. Prasyarat untuk dapat memakai program secara maksimal adalah penguasaan pengetahuan dasar akuntansi meliputi konsep, prinsip, prosedur dan teknik pencatatan akuntansi untuk pos-pos dalam laporan keuangan.
Konfigurasi Sistem
Kelengkapan fasilitas M.Y.O.B Accounting ditujukan dengan modul akuntansi yang dapat ditangani seperti berikut :
*General Ledger
*Chequebook
*Sales
*Purchases
*Inventory
Report Baru
Mencari kebenaran gambaran finansial user dari yang sesungguhnya dengan menggunakan report baru ini :
*Vendor Ledger Report – memperlihatkan semua transaksi user per pelanggan dengan jarak dengan perjalan pemasukan seimbang.
*Jobs Slip Summary dan Detail Report – menampilkan waktu aktivitas pembiayaan user dari pekerjaan. User dapat menjumlah report ini dengan aktivitas, costumer, atau pekerja.
* Job Exception Report – dua report baru unutk membantu user menjalankan pemasukan dan transaksi lain yang tidak mempunyai hubungan pekerja dengan dua report tersebut.
Outstanding Report Management
Membuat report yang tepat yang user perlukan dan report akses yang cepat yang user inginkan dengan bentuk report baru :
*Pilih satu field report – pilih dengan teliti dari field report untuk memudahkan pembuatan report yang berisi hanya informasi yang user inginkan pada print out sederhana.
* Favorite Report – untuk kecepatan akses untuk report yang user gunakan harian atau regular dasar penambahan sederhana untuk menu report.
* Memudahkan akses dan memilih field report yang tersedia.
*Report filter yang lain untuk membantu bagian dan memotong data report user.
Form Design
Memudahkan pembuatan form yang terlihat lebih profesional dengan aturan disain yang fleksibel :
* Memudahkan penggunaan.
*Pembuatan kotak dengan rounded edges.
*Penggunaan warna unutk garis, teks, atau bingkai.
*Penambahan batas untuk field.
*Pengisian grafik latar atau penggunaan watermark setiap perbedaan format file, memasukan : .bmp, .gif, .jpg, .dan sebagainya.
Inventory Management
Memasukan item inventaris (masukan item-item dari sistem lain), kategori dan analisis, dan perjalanan automatisasi
Perangkat lunak MYOB Accounting juga menawarkan para pemula membangun perancangan dan kapabilitas pemesanan, membuat stock dari berbagai bagian, dan automatisasi penawaran, pembelian atau pembangunan ketika item-item berjalan pada level paling bawah pada preset stock.
Item Barang
Register item adalah analisis berharga dan alat audit yang memperbolehkan user untuk melihat daftar dari semua penjualan, pembelian, dan transaksi inventory yang telah dicatat untuk single item atau untuk semua item.
User dapat melihat quantitas dan nilai item terdapat tanggal khusus, atau menampilkan history dari semua transaksi yang dibuat untuk beberapa item dalam periode khusus.
User dapat menggunakan report item register detail untuk mencetak daftar dari semua penjualan, pembelian, dan transaksi inventory yang hanya dicatat untuk sebuah item selama bulan khusus, selanjutnya dengan menjalankan balancing dari nilai dan kuantitasnya.
Penyimpanan Account Number
Akutansi menyedikan, seperti cek atau akutansi simpanan, menyediakan field untuk nomor akuntansi penyimpanan.
Point and Click Accounting
Dibalik kemudahan tampilan perangkat lunak MYOB Accounting mencatat dua kali pemasukan transaksi akunting yang automatisasi mengambil dari informasi bisnis. Pengisian dikenal dalam form screen seperti cek atau faktur dan catatan tercetak.
Drill down menggunakan panah ke kiri dari transaksi untuk pencatatan lebih detail. Hal ini sama seperti sistem help yang dapat diakses dari setiap screen untk membantu ketika memerlukan informasi lain.
Get Started
Perangkat lunak MYOB Accounting memberikan tahap demi tahap melalui bentuk akunting organisasi. Pada setiap tahap akan menanyakan key fact tentang keinginan user.
Pelaporan Bagian Menggunakan Kategori
Pada pertumbuhan bisnis, user menginginkan untuk mengontrol dan mereview penampilan berbagai macam pembelian terpusat pada department user, kantor, penyimpan atau lokasi.
Dengan perangkat lunak MYOB Accounting sekarang user dapat menjalankan setiap penampilan pembelian terpusat dengan alokasi sebuah kategori untuk masing-masing transaksi yang dimasukan.
Untuk menjamin bahwa report user lengkap, user pun dapat membuat seleksi dari kategori wajib untuk masing-masing transaksi.
Transaksi Inventory Yang Fleksibel
Jika menggunakan perangkat lunak MYOB Accounting pada sistem manajemen inventory, user akan menilai fleksibelitas dan kebebasan user ketika mengerjakan transaksi inventory. User dapat menarik kembali, mengedit, dan sebaliknya dan menghapus pernyataan inventory dan tranfer yang seperti user dapatkan dengan mencatat transaksi yang lain.
Baris Demi Baris Memo Pada Transaksi Bank
Didalam penambahan standard menu field, user dapat memasukan sebanyak 255 karakter memo pada setiap line item pada uang pengeluaran, uang penerimaan atau transaksi jurnal umum, menggambarkan transaksi dengan detail.
Ini dapat digunakan ketiak pencatatan pembayaran, penerimaan atau pemasukan jurnal umum yang masing-masing item tidak bersangkutan seperti yang diinginkan untuk mencatat kelengkapan secara detail.
Analisa Bisnis Dan Pelaporan
Membuat pemberitahuan tempat pemilihan bisnis dengan akurat dan detail informasi dapat diakses dilebih 155 report dan grafik yang fleksibel. Akses ke dalam tanggal Profit Loss Statement dan Balance Sheets, produk meliputi report dan mengirim langsung ke Microsoft Excel atau Email atau menyimpan ke disk untuk akunting user.
Menghubungkan MYOB Dengan Software Office
MYOB Office Link meghubungkan Perangkat lunak MYOB Accounting produk yang lebih populer di kantor sperti Microsoft Word dan Excel untuk costumer yang memfocuskan marketing dan komunikasi dan menyaring analisis data.
Membuat templet biasanya untuk hubungan costumer dengan MYOB Office Link untuk Microsoft Word dan Corel Word Perfect.
Email, Invoices, Orders dan Report
Perangkat lunak MYOB Accounting membuat format PDF dokumen untuk di transfer program email, gunanya untuk melihat kembali sebelum mengirim email. Costumer, suplier, dan hubungan lain dapat juga mengirim email dari Card File.
Import Data Dari System Terdahulu
Perangkat lunak MYOB Accounting menerima standard tipe file, mengimpor informasi bisnis dari program perangkat lunak accounting yang lain sangat mudah, informasi bisnis ini disebut QuickBook V.7x, MYOB QuickBook Conversion Assistant.
Pengaksesan Data Personal Secara Instan
Perangkat lunak MYOB Accounting merangkul kekayaan dari costumer, suplier dan informasi penghubung lainnya dan semua penyimpan dengan mudah mengakses Card File.
Kumpulan kredit costumer yang unik dan metode pembayaran dan perawatan adalah hubungan yang detail.
Selengkapnya...
Minggu, 03 Oktober 2010
Sistem Informasi Akuntansi
sistem informasi menurut wilkinson (1991)
menurut Gelinas, Orams, dan Wiggins (1997)
Mendefinisikan sistem informasi akuntansi (SIA) sebagai subsistem khusus dari sistem informasi manajemen yang tujuannya adalah menghimpun, memproses dan melaporkan informsi yang berkaitan dengan transaksi keuangan.
Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah Sistem Informasi.
Karakteristik SIA yang membedakannya dengan subsistem CBIS lainnya :
- SIA melakasanakan tugas yang diperlukan
- Berpegang pada prosedur yang relatif standar
- Menangani data rinci
- Berfokus historis
- Menyediakan informasi pemecahan minimal
Fungsi penting yang dibentuk Sistem Informasi Akuntansi pada sebuah organisasi antara lain :
- Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
- Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
- Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
- Memanajemen data-data yang ada kedalam kelompok-kelompok yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.
Subsistem Sistem Informasi Akuntansi memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 3 subsistem:
- Sistem pemrosesan transaksi, mendukung proses operasi bisnis harian.
- Sistem buku besar/pelaporan keuangan, menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
- Sistem pelaporan manajemen, yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.
Berbagai transaksi non keuangan yang tidak bisa diproses oleh Sistem Informasi Akuntansi biasa, diproses oleh Sistem Informasi Manajemen. Adapun perbedaan keduanya adalah :
- SIA mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi keuangan.
- SIM mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan semua tipe informasi.
Alasan Mempelajari SIA:
- Karena Informasi sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan
- SIA digunakan untuk melakukan kontrol terhadap Aset yang dimiliki organisasi tersebut.
- Menyiapkan data data keuangan dan non keuangan untuk menjadi informasi yang akurat guna pengambilan keputusan
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mempelajari SIA :
- Bagaimana mengumpulkan data dan mengkaitkannya dengan aktivitas organisasi/perusahaan.
- Bagaimana caranya menyalurkan data, informasi sehingga berguna bagi pengambilan keputusan.
- Bagaiaman caranya menjamin realbilitas, keakuratan dan ketcepatan data dan informasi yang disajikan.
Selengkapnya...